Postingan Terbaik

Posted by : TheofILUS gALIH Kamis, 25 Juni 2015

Virtualisasi dan Cloud Computing

Kita sering mendengar kata “virtual machine” dan “cloud computing”, lalu bagaimana jika kedua teknologi tersebut saling berkorelasi ? Teknologi virtualisasi dan cloud computing merupakan bentuk pengelolaan sistem komputerisasi secara lebih mudah dan mampu memberikan kinerja yang maksimal. Virtualisasi adalah sebuah teknologi, yang memungkinkan anda untuk membuat versi virtual dari sesuatu yang bersifat fisik, misalnya sistem operasi, storage data atau sumber daya jaringan. Proses tersebut dilakukan oleh sebuah software atau firmware bernama Hypervisor. Hypervisor inilah yang menjadi nyawanya virtualisasi, karena dialah layer yang "berpura-pura" menjadi sebuah infrastruktur untuk menjalankan beberapa virtual machine. Dalam prakteknya, dengan membeli dan memiliki satu buah mesin, Anda seolaholah memiliki banyak server, sehingga Anda bisa mengurangi pengeluaran IT untuk pembelian server baru, komponen, storage, dan software pendukung lainnya. Sedangkan cloud computing adalah sebuah teknologi yang menggabungkan virtualisasi dan grid computing. Jadi selain ada proses virtualisasi,juga terdapat grid computing, dimana seluruh beban proses komputasi yang ada akan didistribusikan ke berbagai server yang saling terhubung di dalam cloud, sehingga prosesnya akan jauh lebih ringan. Dengan menggabungkan proses virtualisasi dan grid computing, Anda akan mendapatkan efisiensi dan hasil performa yang sangat optimal dalam proses komputasi. Dengan cloud computing, seolah-olah anda memiliki infrastruktur super besar yang mampu melakukan proses komputasi dan penyimpanan data tanpa batas, padahal secara fisik, Anda tidak memiliki atau membeli apa-apa, semuanya sudah berada di dalam "cloud" yang dapat anda gunakan secara on-demand dan dapat diakses melalui jaringan private maupun publik. Kesimpulannya, cloud computing lebih dari sekedar virtualisasi. Cloud computing merupakan gabungan antara teknologi virtualisasi dan grid computing. Tentunya implementasi cloud computing mampu memberikan hasil yang jauh lebih efisien dan powerfull dalam hal proses komputasi dan pengelolaan resource IT secara terdistribusi.


Pengenalan Proxmox VE (Virtual Environment) 

Proxmox Virtual Environment merupakan salah satu distro Linux berbasis Debian (x64) yang dikhususkan sebagai distro virtualisasi. Proxmox VE merupakan servervirtualisasi dengan KVM dan kontainer. Proxmox VE bersifat open source yang memiliki fungsi khusus sebagai solusi manajemen virtualisasi lengkap untuk server. Hal ini didasarkan pada virtualisasi KVM dan virtualisasi berbasis kontainer dan mengelola mesin virtual, storage, jaringan virtual, dan HA Clustering. Fitur kelas enterprise dan antarmuka web intuitif ini dirancang untuk membantu anda meningkatkan penggunaan sumber daya yang ada dan mengurangi biaya hardware dan pengadministrasian waktu. Proxmox support beberapa jenis platform virtualisasi seperti KVM dan OpenVZ. Proxmox VE merupakan sebuah Bare Metal Virtualization yaitu sistem komputer dimana mesin virtual yang dipasang secara langsung pada komputer sebagai sistem operasi tanpa diinstal terlebih dahulu dengan aplikasi tertentu.

Beberapa Kelebihan Proxmox VE 

Selain bersifat open source dan free download (gratis), Proxmox VE juga memiliki beberapa kelebihan yaitu : 
1. Mudah dalam instalasi dan konfigurasi. 
2. Mendukung platform virtualisasi berbasis KVM dan OpenVZ. 
3. Dapat digunakan sebagai virtual machine, sehingga mendukung berbagai format harddisk virtual. 4. Mendukung banyak model storage seperti LVM, iSCSI, Local Directory maupun NFS. 
5. Mendukung auto backup sesuai schedule yang ditentukan baik ke internal storage maupun external storage. 
6. Sudah mendukung live migration. 

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Galih Caesar Alfindo - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -